Website SMPK St. Agnes Surabaya
Login
No Induk
Password
 
Home

Menu
Profil Yayasan
  Pendiri Kongregasi
  Sejarah Yayasan
  Pelindung Yayasan
  Visi Misi Yayasan

Profil Sekolah
  Sejarah Sekolah
  Denah Sekolah
  Visi Misi Sekolah
  Logo St Agnes
  Hymne dan Mars
  Guru dan Karyawan

Fasilitas Sekolah
  Laboratorium Fisika
  Laboratorium Biologi
  Laboratorium Bahasa
  Laboratorium Komputer
  Bimbingan Konseling
  Kapel
  Perpustakaan
  Kantin
  Sport Hall

Kegiatan Intra Sekolah
  Kalender Pendidikan
  Bahasa
  Science
  Seni
  Teknologi dan Informasi
  Robotic Club
Sumber Belajar

SMPK St. Agnes Surabaya

ST. JOSEPH FREINADEMETZ, SVD

( Pelindung Yayasan Joseph Freinademetz )

Pada pertengahan abad 19, Tyrol yang saat ini merupakan bagian dari Italia, saat itu merupakan bagian dari Austria. Penduduk Tyrol berbicara dalam bahasa yang berakarkan Latin. Di pegunungan Tyrol, di daerah Badia terdapat sebuah dusun kecil bernama Oies. Pada tanggal 15 Mei 1852 di sebuah rumah kecil yang dibangun di atas sebuah dataran miring di Oies terlahirlah anak ke empat dari 13 bersaudara. Dia adalah Joseph Freinademetz. Pada tanggal 25 Juli 1875 ia ditahbiskan menjadi imam dan mendapat tugas sebagai pastor pembantu di paroki St. Martin, juga di Oies. Kendatipun ia dinilai berhasil dalam tugasnya sebagai pastor pembantu, namun hasratnya yang terdalam menjadi missionaries tak pernah hilang.

Tuhan pernah memilih Abraham dan menghantarnya ke luar dari negeri nenek moyangnya menuju tanah asing yang hanya Tuhan sendiri yang tahu. Abraham patuh pada apa yang dititahkan Tuhan. Kini kata-kata yang sama juga ditujukan kepada Freinademetz. Agustus 1878 ketika Freinademetz berumur 26 tahun, untuk pertama kalinya ia meninggalkan dusun kelahirannya, dan menggabungkan dirinya dengan Serikat Missionaries yang baru saja didirikan oleh Arnold Janssen, Serikat Sabda Allah (SVD). Tahun berikutnya, ia bersama John Baptista Anzer yang di kemudian hari menjadi uskup keuskupan Lunan, diutus menuju negeri Cina sebagai missionaries perdana Serikat Sabda Allah.

Karena ia berasal dari sebuah desa yang hening dan tenang penuh kesakralan di Tyrol, maka ia telah mengalami sendiri betapa dalamnya cinta Tuhan bagi dirinya. Karena itu ketika tiba di tanah misi, ia kini menjadi seorang "Saksi cinta Allah" bagi manusia. Ia menjadikan dirinya sendiri sebagai sebuah hadiah cinta bagi penduduk Cina di wilayah Shatung Selatan. Ia sering berkata; "Bila tanpa pengalaman mencintai dan dicintai, maka karya seorang missionaries menjadi sesuatu yang hampa." Ungkapan cintanya kepada orang lain tidak dilihatnya sebagai tanda pengorbanannya, tetapi lebih sebagai suatu ungkapan terima kasihnya terhadap cinta Allah yang telah diterimanya secara cuma-cuma. Dan nasihatnya yang terkenal bagi para missionaries adalah: "Cinta merupakan satu-satunya bahasa yang bisa dimengerti oleh semua orang."

Setelah bekerja keras mewartakan Kerajaan Allah selama 27 tahun di Cina, menjelang kematiannya, SVD telah berkembang secara amat pesat di Shantung, sebuah wilayah besar yang mencakup Yenchou, Chinchou, Tsaochou dan Chingtao. Terdapat 150.000 anak yang dipermandikan, 40.000 orang dewasa dipermandikan, dan 43.000 katekumen yang sedang dipersiapkan untuk menerima sakramen permandian. Di samping itu ia amat memberikan perhatian yang sangat besar pada pembentukan di seminari. Tak sedikit orang pribumi Cina yang bergabung dengan SVD dan ditahbiskan menjadi imam.

Pada tahun 1907 terjadilah wabah TBC di wilayah Shantung, dan kemudian juga penyakit typhus. Karena cintanya bagi penderita penyakit tersebut, ia tetap melayani mereka dan karena itu iapun terjangkit penyakit berbahaya ini. Pada tanggal 28 Januari 1908, ketika ia berumur 58 tahun, ia meninggal dunia. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir ia dengan penuh rasa syukur berkata; "Betapa indahnya!! Saya telah berjuang keras untuk menjadi pengikut Kristus. Semuanya demi kerahimanNya." Pada tanggal 19 Oktober 1975 ia bersama pendiri SVD, Arnold Janssen dibeatifikasi oleh Paus Paulus VI, dan pada tanggal 5 Oktober 2003 juga bersama Arnold Janssen ia dikanonisasikan menjadi orang kudus dalam gereja katolik oleh Paus Johanes Paulus II.

Tahun ini (2006) bangsa Cina merayakan tahun baru Cina pada tanggal 29 Januari. Tanggal yang sama adalah juga hari peringatan bagi Santu Joseph Freinademetz. Aku yakin di surga, Yoseph yang tetap menjadi orang Cina ini juga turut serta bergembira merayakan tahun baru Cina.

Santo Joseph dari Shantung, doakan kami. Amin!!


Garis besar kehidupan Santo Joseph:

  • April 4, 1852 Joseph Freinademetz dilahirkan
  • 1858 to 1862 Masuk ke sekolah publik Jerman dan Filsafat Teologi di Brixen.
  • July 25, 1875 Joseph ditahbiskan sebagai iman.
  • 1876 to 1878 Joseph menjadi seorang guru dan pendeta di Grader Valley
  • 1878 Joseph bergabung dengan SVD di Steyl, Belanda.
  • March 2, 1879 Joseph berpisah dari teman dan keluarga, untuk pergi ke China .
  • 1879 to 1881 Melakukan tugas misionari di Saikung, Hong Kong.
  • 1882 Tiba di Puoli, Sandong selatan.
  • 1890 to 1891 Menjadi Administrator Misionari.
  • 1895 to 1897 Menjadi Direktur Seminari Utama
  • 1900 Ditunjuk sebagai Ketua Provinsi dari Society of Divine Word (Serikat Sabda Ilahi).
  • January 28, 1908 Joseph Freinademetz berpulang di Taikia, Shandong selatan.
  • October 19, 1975 Beatifikasi Joseph Freinademetz oleh Paus Paulus VI
  • October 5, 2003 Kanonisasi Joseph Freinademetz oleh Paus Yohanes Paulus II.

sgm..